Persebaran Flora dan Fauna Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Firespringfund –¬†Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terletak di garis khatulistiwa, sehingga mempunyai keragaman hayati, baik itu flora dan fauna. Flora adalah tumbuhan dan fauna adalah hewan. Persebaran flora dan fauna juga dipengaruhi dari letak geografis Indonesia. Itu membuat banyaknya jenis flora dan fauna yang memiliki keunikan tersendiri.

Ini menjadi keuntungan bagi Indonesia, karena dapat memanfaatkan flora dan fauna tersebut untuk kebutuhan sehari hari, seperti makan, obat, dan ekonomi. Nah, pada hari ini kita akan membahas persebaran flora dan fauna di Indonesia. Secara sederhana, persebaran flora dan fauna di Indonesia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah, dan Indonesia bagian timur. Itu dibagi berdasarkan 3 garis geografi, yaitu garis wallace, garis weber, dan garis lydekker.

Flora dan Fauna yang ada di Indonesia bagian barat disebut flora dan fauna asiatis, di Indonesia bagian tengah disebut flora dan fauna peralihan, dan Indonesia bagian timur disebut flora dan fauna australis. Berikut penjelasan Agen Bola lebih lanjut mengenai persebaran flora dan fauna di Indonesia.

Persebaran Flora dan Fauna Di Indonesia

1. Indonesia Bagian Barat / Garis Wallace / Asiatis

Yang pertama adalah flora dan fauna bagian barat yang dipisahkan oleh garis wallace. Garis wallace ditemukan oleh seorang ilmuwan yang melakukan penelitian di Indonesia pada tahun 1854 sampai 1862, yaitu Alfred Russel Wallace asal Inggris. Ia melihat bahwa flora dan fauna diantara pulau pulau di bagian barat dan tengah Indonesia memiliki beberapa perbedaan dan keunikan, walaupun lokasinya tidak jauh. Sehingga ia membuat garis pemisah melewati selat Lombok dan selat Makassar dan garis tersebut diresmikan di tahun 1868 dan direvisi pada tahun 1944.

Flora asiatis mempunyai ciri ciri seperti memiliki ukuran yang besar, daun yang lebat, dan flora hutan tropis. Contoh flora asiatis adalah Rafflesia Arnoldi, anggrek, kantung semar, dan daun sang. Fauna asiatis lebih banyak hewan yang tidak mempunyai kantung, mamalia dengan tubuh besar, bermacam macam jenis reptil, ikan air tawar, banyak kera, dan burung yang berwarna cerah. Contoh fauna asiatis adalah banteng, gajah, badak bercula satu dan dua, burung jalak bali, macan tutul, trenggiling, tapir, kijang, beruang, orang utan, kera, keraras, dan harimau.

2. Indonesia Bagian Tengah / Garis Weber / Peralihan

Garis weber ditemukan oleh Max Carl Wilhelm Weber yang merupakan peneliti asal Jerman yang menemukan perbedaan antara hewan asiatis dan hewan australis. Ia meneliti di Sibolga sekitar tahun 1899 sampai 1900.

Flora peralihan memiliki ciri ciri seperti memiliki ukuran daun yang lebih kecil, memiliki ukuran yang kecil, daunnya lebih pendek, dan merupakan flora endemik. Contoh flora peralihan adalah langusei, gofasa, eboni hitam, anggrek serat, lontar, ajang kelicung, cendana, cengkeh, ampupu. Sedangkan fauna peralihan memiliki ciri ciri fisik campuran fauna asiatis dan australis, hewan langka, dan bersifat endemik. Contoh fauna peralihan adalah komodo, anoa, babi rusa, burung maleo, tarsius, monyet hitam sulawesi, kura kura leher ular, kuskus beruang, dan burung kakatua jambul kuning.

3. Indonesia Bagian Timur / Garis Lydekker

Garis lydekker ditemukan oleh Richard Lydekker, seorang ahli geologi asal Inggris. Flora australis mempunyai ciri ciri daun yang panjang, daun yang paralel, dan bersifat endemik. Contoh flora australis adalah matoa, damar, sagu, dan nipah.

Fauna australis mempunyai ciri ciri, seperti banyak hewan bertanduk, ikan jenis air tawar, hewan berkantung, burung dengan warna yang cerah, mamalia dengan ukuran kecil, dan tidak ada kera. Contoh fauna australis adalah burung cendrawasih, burung kasuari, kangguru pohon, mandar gendang, burung kakatua putih, burung bidadari halmahera, dan burung nuri.