Sejarah, Tujuan, Dan Tugas Bank Indonesia

Firespringfund –┬áSebagai orang Indonesia, kita harus paham bagaimana sejarah bank sentral atau Bank Indonesia. Karena pembahasan ini biasanya keluar di pembelajaran sejarah Indonesia. Berikut penjelasan lengkapnya.

Sejarah Bank Indonesia

Pada jaman Hindia Belanda, pemerintahnya pernah memberikan bank yang diberikan nama De Javache Bank pada tanggal 10 Oktober 1827. Bank tersebut didirikan di Batavia, alasan didirikannya bank tersebut adalah untuk meningkatkan perekonomian Belanda. Setelah diterbitkannya Undang Undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1953, De Javache Bank menjadi bank sirkulasi untuk memajukan roda perekonomian Indonesia.

Ada 3 tugas yang diemban oleh Bank Indonesia, yaitu sebagai bidang moneter, sistem pembayaran, dan perbankan serta tugas tambahan sebagai bank komersial yang telah dijalankan sebelumnya. Selain itu semua, Bank Indonesia juga diberikan tugas sebagai agen pembangunan untuk melakukan produksi dan pembangunan untuk hidup rakyat Indonesia. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai status dan kedudukan Bank Indonesia.

Fungsi dan Kedudukan Bank Indonesia

Sebelum kita membahas status dan kedudukan Bank Indonesia, Undang Undang Bank Indonesia juga pernah diamandemen pada tahun 2004 yang membahas tugas dan wewenang dari Bank Indonesia. Selain itu di tahun 2008 pemerintah juga membuat Peraturan Pemerintah yang membahas Bank Indonesia menjadi bagian untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Itu semua dilakukan agar ketika menghadapi krisis global perbankan nasional bisa tahan. Berikut adalah fungsi Bank Indonesia.

1. Badan Hukum

Undang undang telah menetapkan bahwa Bank Indonesia mempunyai peran sebagai badan hukum publik dan hukum perdata. Yang dimaksud badan hukum publik adalah, Bank Indonesia mengikat seluruh masyarakat Indonesia sesuai dengan tugas, sedangkan sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia bertindak atas nama sendiri di dalam dan luar pengadilan.

2. Lembaga Negara Yang Independen

Di dalam Undang Undang No 23 Taahun 1999 Bank Indonesia ditetapkan sebagai Bank Sentral yang independen untuk melakukan tugas dan wewenangnya yang bebas dari campur tangan pihak lain, kecuali yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi, Bank Indonesia bisa mengurus tugas dan wewenang yang dimilikinya serta dapat menolak intervensi dari pihak yang ingin melakukan intervensi atau yang ingin ikut campur terhadap tugas dan wewenang Bank Indonesia.

Tujuan Bank Indonesia

Tujuan Bank Indonesia sebagai bank sentral adalah menjaga kestabilan nilai mata uang Rupiah. Kestabilan nilai tersebut juga dibagi 2, yaitu kestabilan nilai Rupiah dari barang serta jasa, dan kestabilan dengan mata uang negara lain. Yang dimaksud menjaga kestabilan rupiah dari barang serta jasa adalah agar laju inflasi bisa dikendalikan, sedangkan maksud dari menjaga kestabilan dengan mata uang lain tercermin kepada nilai tukar rupiah. Baca juga di Situs Poker Online

Tugas Bank Indonesia

Pasal 10 dalam Undang Undang Bank Indonesia telah membahas bahwa kewanangan Bank Indonesia adalah melaksanakan kebijakan moneter dengan memperhatikan laju inflasi dengan melakukan pengendalian. Itu semua bisa dilakukan dengan cara penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, operasi pasar terbuka, dan pengaturan kredit atau pembiayaan.

Selain itu di Undang Undang BI Pasal 15 – 23 juga dibahas bahwa untuk menjaga sistem pembayaran, Bank Indonesia berwenang terhadap pemberian persetujuan dan izin penyelenggaraan sistem pembayaran, serta mengharuskan penyelenggara jasa tersebut untuk melapor kegiatan apa saja yang dilakukan. Selain itu Bank Indonesia juga memiliki kewenangan untuk melaksanakan pengawasan bank baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah diatur di Pasal 27.