Jenis-Jenis Batuan

Jenis jenis batuan –┬áTahukah Kamu apa itu batu? Batu merupakan suatu benda padat yang proses terbentuknya berasal dari mineral bumi. Ada berbagai jenis-jenis batuan yang dihasilkan dari proses tersebut.

Masing-masing jenis ini memiliki karakter serta ciri-cirinya tersendiri yang membedakan antara batuan yang satu dengan yang lainnya. Untuk menambah wawasanmu, berikut ini macam-macam batuan yang perlu Kamu ketahui.

Jenis Batuan Beku

Jenis batuan yang pertama adalah batuan beku. Secara proses terbentuknya, batuan ini terwujud karena pembentukan dari magma serta lava yang membeku. Di tengah kehidupan manusia, ada macam-macam batuan beku.

Berikut beberapa contohnya:

1. Batu Granit

Batu granit cirinya terdiri dari kristal-kristal yang teksturnya kasar, warnanya abu-abu keputihan, namun ada juga yang jingga. Kamu mudah menemukannya di dasar sungai atau pinggiran pantai. Biasanya dipakai untuk bahan bangunan.

2. Batu Apung

Batu apung memiliki ciri ada pori-porinya (lubang-lubang), ringan, serta sifatnya bisa mengapung ketika ada di air. Biasanya manusia menggunakan batu ini untuk isian filter, isolator bertemperatur tinggi, juga menghaluskan kayu.

3. Batu Obsidian

Batu ini adalah batu yang indah, karena penampakannya seperti kaca atau kristal yang berwarna kehitam-hitaman. Dulu, manusia menggunakannya sebagai bagian ujung pada tombak. Namun kini lebih sering digunakan untuk bahan kerajinan.

Batuan Sedimen

Batuan jenis selanjutnya adalah batuan sedimen. Dinamakan sedimen atau endapan karena memang prosesnya terbentuk dari pengendapan dan pengikisan batuan yang pada prosesnya dihanyutkan oleh air. Meski bisa juga melalui tiupan dari angin.

Ada bermacam-macam batuan jenis ini yang bisa Kamu temui.

1. Batu Pasir

Batu pasir merupakan batu yang secara penampakan tersusun dari butir-butir pasir. Warnanya ada yang abu, kuning, hingga merah. Manusia sering memanfaatkannya untuk membuat gelas, kaca, serta terkadang juga konstruksi bangunan.

2. Batu Kapur (Gamping)

Batu ini sebetulnya dibentuk dari cangkang-cangkang binatang lunak yang ada di lautan dan sudah mati. Semisal kerang atau siput, yang kerangkanya memadat kemudian membentuk batu kapur. Warnanya putih semi abu, bertekstur lunak, dan sering dijadikan bahan baku pembuatan semen.

3. Batu Konglomerat

Batu ini adalah batu yang materialnya berupa kerikil-kerikil berbentuk bulat,pasir, serta batu-batu yang rekat satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan. Sama seperti batuan sedimen lainnya, batu konglomerat juga sering digunakan manusia sebagai bahan bangunan.

Batuan Metamorf (Malihan)

Batuan jenis terakhir ini merupakan jenis dari batuan yang bisa berasal dari batuan sedimen dan bisa juga dari batuan beku. Dimana keduanya kemudian mengalami proses perubahan akibat adanya tekanan atau panas terhadapnya. Ada bermacam-macam jenis batuan ini, antara lain:

1. Batu Sabak

Batu sabak berasal dari batu serpih yang terkena suhu sekaligus tekanan yang tinggi. Umumnya berwarna abu kehijauan serta hitam serta dapat dibelah jadi lempengan tipis. Manusia biasanya menggunakannya untuk bahan genteng atau kerajinan tertentu.

2. Batu Kuarsit

Batu kuarsit pada dasarnya adalah batu pasir yang mengalami proses metamorfosis akibat panas yang tinggi. Biasanya berwarna abu, coklat, atau ada juga yang merah. Orang-orang menggunakan batu ini untuk konstruksi jalan atau kerajinan tangan.

3. Batu Marmer (Pualam)

Batu marmer adalah batu yang terbentuk dari batu kapur yang mengalami tekanan tinggi serta perubahan suhu. Penampakannya berupa kristal-kristal yang mengkilap serta keras jika dipoles. Umumnya orang menggunakannya untuk mempercantik ubin atau lantai.

Nah, itulah jenis-jenis batuan yang perlu Kamu ketahui untuk menambah wawasanmu tentang batuan. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat ya! Terus belajar!